Mengenal Tradisi Dan Berbagai Ciri Khas Masyarakat Labuan Bajo

Dipublikasikan oleh incefuad pada

masyarakat labuan bajo

Trip Labuan Bajo kamu akan lebih berkesan saat menjelajahi berbagai obyek wisata sekaligus bisa mengenal sejarah dan kebudayaan setempat. Hal ini akan menciptakan sensasi tersendiri karena dibalik obyeknya yang indah menyimpan cerita dari masyarakat Labuan Bajo.

Sebagai tempat wisata, Labuan Bajo juga membuka peluang usaha bagi masyarakat di sekitarnya. Tampak banyak sekali toko yang menyediakan berbagai produk dari pakaian, makanan, souvenir hingga minuman yang identik dengan daerah setempat.

Tradisi Masyarakat Labuan Bajo

Festival Komodo

Berbicara tentang Labuan Bajo pasti tidak lepas dengan hewan legendaris komodo. Salah satunya adalah diselenggarakannya festival komodo pada tanggal 5-10 Maret 2019 silam.

Perayaan ini dapat dinikmati oleh semua wisatawan tanpa terkecuali. Berbagai acara yang ditampilkan seperti parade kesenian, pentas seni budaya dan tarian tradisional khas dari NTT.

Suku Laut

Di Labuan Bajo terdapat suku Bajo atau dikenal suku laut. Masyarakat memiliki tradisi hidup di perahu untuk menangkap ikan di perairan Indonesia.

Awal mulanya tempat ini bernama Pelabuhan Bajo atau Bong Bajo. Namun, semenjak kedatangan Belanda ke Manggarai terjadi perubahan nama menjadi Labuan Bajo. Tepatnya tahun 1926 ketika Raja Todo diangkat menjadi Pemimpin Manggarai.

Tradisi Rumusmoso

Tradisi untuk membagikan tanah ulayat ini diprioritaskan untuk petinggi di kampung, para tetua beserta keluarganya. Selanjutnya, tanah dibagikan kepada masyarakat umum atau warga yang berasal dari suku lain.

Ada syarat dan ketentuan yang diberlakukan untuk suku yang berlainan, yaitu harus membawa arak atau Kapu Manuk Lele Tuak dan seekor ayam jantan. Lalu, akan digelar sidang dewan kampung yang dipimpin Tua Golo dan disahkan oleh ketua adat (Tua Teno).

Tradisi Kepok

Tradisi Kepok dilakukan masyarakat Manggarai untuk menyambut turis asing yang berkunjung. Tua atau ketua adat menyiapkan moke putih yang disimpan di sebuah botol dari tawu (buah labu besar).

Tua yang telah memakai pakaian adat berupa kemeja putih, destar dan songke berdiri di Dermaga Loh Liang, Pulau Komodo untuk menyapa wisatawan. Biasanya didampingi wanita dari Manggarai Barat.

Tujuan penyambutan adalah untuk ramah tamah bersama warga asing, sebagai simbol yang menunjukkan kecintaan warga Manggarai Barat terhadap warisan kebudayaan leluhurnya.

Dengan demikian, eksistensi kebudayaan tersebut tetap terjaga meskipun zaman telah modern.  

Makanan Khas Labuan Bajo

Tapa Kolo

Bahan utama makanan ini adalah beras merah atau “Dea laka”. Makanan tradisional ini tidak sewaktu-waktu ada karena dibuat khusus untuk upacara adat dan telah dikonsumsi dari generasi ke generasi. 

Sumber : https://lifestyle.okezone.com/

Rumpu Rampe

Rumpu rampe adalah tumisan berisi daun pepaya, jantung pisang, buah pepaya muda dan daun ubi. Selain rasanya enak, makanan yang banyak dihidangkan masyarakat Flores ini kaya vitamin dan bagus untuk pencernaan.

Jagung Bose

Jagung bose kaya akan karbohidrat sehingga bisa menggantikan nasi. Di dalamnya berisi jagung yang dikombinasikan dengan kacang merah dan kacang tanah. Rasanya sangat gurih karena adanya bumbu penyedap dan santan kelapa.

Se’i

Se’i merupakan daging yang diolah dengan pengasapan dan panas dari kayu bakar selama 9 jam. Di bagian atasnya diberi daun kosambi agar aroma lebih menyerap.

Jagung Catemak

Para pecinta kuliner yang senang dengan rasa asin bisa mencoba jagung catemak. Selain jagung, komponen lainnya adalah kacang hijau dan labu lilin. Menu ini cocok dimakan bersama nasi putih.

Buah Tangan Dari Labuan Bajo

Ikan Kering Dan Ikan Cara

Penduduk di area Labuan Bajo banyak berprofesi sebagai nelayan. Salah satu jenis ikan yang menjadi ciri khas adalah ikan Cara. Biasanya, sebelum dijual akan diolah menjadi ikan asin. Ikan bisa dibeli dengan ditimbang atau dalam ikatan.

Secara morfologi, tubuh ikan Cara berukuran pipih dan kecil. Masyarakat memiliki cara unik untuk mengkonsumsinya, yaitu digoreng hingga kering, lalu disajikan dengan sambal terasi sebagai pelengkap.

Olahan ikan kering tidak hanya dari ikan Cara saja, melainkan dari semua jenis ikan yang ada di sini. Bahkan, ikan segar pun bisa dibawa pulang untuk oleh-oleh.

Rebok

Rebok adalah salah satu cemilan dengan bahan dasar kelapa parut dan tepung beras. Makanan ini hampir mirip kue sagon di Jawa. Camilan berbentuk bubuk ini bisa dinikmati dengan alpukat  maupun roti yang diberi susu kental manis.

Roti Kompiang

Roti kompiang dibuat dari bahan tepung terigu, teksturnya keras, berbentuk oval dan terdapat wijen di atasnya. Proses pembuatannya dengan dioven sehingga berwarna coklat. Rasa roti semakin nikmat jika kamu goreng  dan disantap bersama kopi hitam Flores.  

Banana Cake

Roti pisang ini unik karena racikannya berbeda sehingga rasanya sangat lezat. Bahan-bahannya berasal dari Manggarai antara lain kayu manis, kenari, pisang dan gula merah.

Banana cake dijual di La Bajo Flores Coffee yang terletak di area ruang tunggu lantai 2. Lokasinya sangat strategis, bagi penumpang yang masih menunggu pesawat datang bisa bersantai mencicipi roti sambil menikmati pemandangan luar bandara.

Kopi Manggarai Dan Kopi Flores

Kopi adalah minuman wajib orang Flores, terutama di wilayah Manggarai. Para tamu biasanya akan diberi suguhan kopi hitam asli. Kopi disangrai sendiri oleh pemiliknya.

Kamu bisa membelinya di toko oleh-oleh, minimarket atau di sekitar bandara dalam bentuk roasted bean atau bubuk. Rasanya pun tidak kalah nikmat dengan jenis kopi lain di Indonesia.

Kain Songke

Kain songke adalah kain yang diproduksi secara tradisional dengan ditenun dan hanya ada di Flores. Biasanya digunakan sebagai pakaian adat Manggarai. Tidak sedikit pula pakaian sehari-hari yang menggunakan bahan kain tersebut.

Harga kain tergolong mahal karena untuk membuatnya harus memperhatikan berbagai nilai adat. Meski demikian, motif dan warnanya sangat bervariasi. Kain dengan kualitas biasa dipatok 500-750 ribu. Sedangkan, kain berkualitas tinggi harganya mencapai jutaan.

Kaos lokal

Kaos produksi lokal menampilkan desain yang unik dan tiada duanya. Pasalnya kaos berisi peribahasa atau kata-kata kiasan yang ditulis dengan bahasa Manggarai.

Pemilik toko dengan senang hati akan memberi tau makna dari setiap kata yang tidak kamu ketahui. Harga kaos dibandrol Rp 90.000,00. Produk lain yang tersedia adalah kain songke, topi dan tote bag.

Kerajinan Mutiara

Di daerah pesisir banyak ditemukan mutiara sehingga tidak heran banyak pernak-pernik seperti gelang, kalung dan cincin yang menggunakan bahan tersebut. Harganya sangat dipengaruhi oleh kualitas dari mutiaranya.

Toko Souvenir

Konsep dari toko ini adalah memberi kemudahan bagi para pengunjung dalam mencari berbagai jenis souvenir pada satu tempat. Kamu tidak perlu repot-repot mencari oleh-oleh dari satu toko ke toko yang lain. Apalagi letaknya juga strategis.

Memang harganya lebih mahal dibandingkan toko lainnya karena didesain seperti minimarket. Namun, kualitas setiap produknya dijamin bagus. Wisatawan sangat beruntung bisa mengenal masyarakat Labuan Bajo, kuliner, tradisi dan masih banyak lagi lainnya. Trip Labuan Bajo selalu meninggalkan kesan dan pengalaman berharga yang tidak akan terlupakan

Kategori: blog wisata

×

Hello!

Click our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to [email protected]

× Need help?