Sebelum pergi ke Pulau Komodo, kamu harus mencari tau terlebih dahulu apa saja yang perlu dipersiapkan agar mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Banyak orang mempertanyakan apakah komodo berbahaya? Yuk, temukan jawabannya dengan membaca sampai akhir.

Apakah Komodo Berbahaya?

Di dalam air liur komodo banyak terdapat racun dan bakteri yang bersifat berbahaya seperti Pasteurella Multocida. Seseorang yang terkena gigitannya akan mengalami infeksi dan meninggal jika tidak segera diobati.

Biasanya efek dari gigitan tersebut sangat kuat. Ketika mangsanya sudah melemah, komodo akan bergegas untuk membunuhnya. Namun, komodo kebal dengan infeksi gigitan dari sesama jenisnya.

Gejala yang muncul setelah digigit komodo antara lain sakit hingga bagian siku, terganggunya proses pembekuan darah dan lain-lain.

Penelitian terbaru menemukan bahwa kelenjar berbisa di bagian mulut komodo mengandung antikoagulan. Alhasil, bagian tubuh yang terkena gigitan akan terus mengalami pendarahan, kemudian melemah. Meski demikian, dari segi kesehatan ternyata komodo banyak manfaatnya.

Manfaat Komodo

Antibiotik Penyakit MRSA

MRSA adalah infeksi yang timbul akibat bakteri Staphylococcus. Bakteri tersebut sangat berbahaya dan selama ini belum ada antibiotik yang mampu menaklukannya.

Namun, adanya darah komodo ini menjadi solusi atas permasalahan tersebut. Pasalnya, di dalam darah tersebut mengandung suatu zat yang berfungsi melawan bakteri Staphylococcus.

Dengan demikian, saat ini di dunia kesehatan banyak dimanfaatkan sebagai antibiotik untuk mengoptimalkan kembali kinerja tubuh yang terserang bakteri tersebut.

Mengatasi Pembekuan Darah

Banyak ilmuwan dari berbagai negara seperti Amerika dan Inggris yang telah melakukan penelitian bahwa racun pada air liur komodo dapat dipergunakan sebagai zat untuk mengencerkan darah atau antiblood.

Dengan demikian, racun tersebut dapat membantu mengatasi masalah pembekuan darah yang dapat memicu seseorang terserang berbagai penyakit bahkan bisa berakhir dengan kematian. Misalnya penyakit jantung dan stroke.

Mekanisme kerjanya yaitu racun akan menjadikan darah lebih encer sehingga meminimalisir resiko terkena stroke dan berbagai penyakit lainnya.

Membersihkan Hewan Bangkai

Sebagai hewan karnivora, jenis makanan komodo tidak hanya hewan segar saja melainkan bangkai pun tetap mau untuk memangsanya. Dengan demikian, kehadiran komodo dapat digunakan untuk membersihkan bangkai hewan.

Bangkai dilarang untuk dibuang sembarangan karena dapat mencemari lingkungan. Di sisi lain, jika kamu menguburnya akan menguras banyak tenaga.

Tips Aman Berlibur Di Pulau Komodo

Harus Selalu Bersama Rombongan

Saat berada di Pulau Komodo, kamu dianjurkan untuk selalu bersama rombongan dan jangan sekali-kali berpikir untuk memisahkan diri. Pasalnya, di pulau tersebut banyak terdapat hewan buas yang hidup bebas.

Biasanya seseorang yang bergerak sendiri akan menjadi target dan diserang komodo. Oleh karena itu, kamu harus selalu mematuhi semua peraturan dan arahan dari ranger demi keamanan dan keselamatan.

Barang Bawaan Disimpan Di Ransel

Anda tidak dianjurkan untuk mengayun-ayunkan barang seperti tas, botol minum, kamera dan lain sebagainya karena akan dianggap sebagai mangsa. Oleh karena itu, saat trip Labuan Bajo, sebaiknya kamu membawa tas ransel untuk membawa barang-barang saat berjelajah.

Melakukan Latihan Fisik

Kekuatan fisik sangat penting untuk dipersiapkan sebelum pergi ke Pulau Komodo. Hal ini dikarenakan luasnya berkali-kali lipat lapangan bola. Kamu bisa menentukan apakah akan melakukan tracking dengan jarak jauh, sedang atau pendek.

Apabila fisik kamu tidak kuat maka tidak bisa menjelajahi pulau dengan maksimal. Selain itu, akan menghambat perjalanan karena setiap rombongan harus selalu bersama-sama. Pergi sendirian selain berbahaya, kamu dikhawatirkan akan tersesat di pulau yang sangat luas ini.

Saat Dikejar Komodo Berlari Ke Tempat Tinggi

Semua komodo tidak diletakkan pada kandang, melainkan dilepas di alam bebas sehingga jika kamu tidak berhati-hati dapat sewaktu-waktu diserang.

Sumber Gambar

Walaupun jarang dijumpai ada komodo yang menyerang manusia, namun ranger tetap memberi bekal bagaimana cara mengatasi serangan komodo. Beberapa di antaranya adalah:

Berlari Zig Zag

Tubuhnya yang sangat besar membuat komodo tidak bisa mengejar kamu karena kesulitan untuk berbelok.

Dilarang Naik Ke Pohon

Apabila kamu naik ke atas pohon maka komodo akan sangat mudah untuk mengejar. Sebagai informasi tambahan, komodo sangat ahli dalam hal memanjat pohon.

Berlari Ke Rumah Panggung

Setiap tangga telah didesain agar komodo tidak mudah memanjatnya. Namun, kamu tetap harus waspada  ketika keluar, biasanya di bawah bangunan seringkali terdapat komodo yang siap menerkam.

Dilarang Memakai Parfum

Seseorang yang tubuhnya disemprot parfum menyengat akan membahayakan diri sendiri karena mudah dikenali oleh komodo. Suatu hari, pengunjung diminta mengganti pakaiannya dan kulitnya harus dicuci terlebih dahulu sebelum tracking karena menggunakan parfum.

Hindari Berkunjung Di Bulan Agustus-September

Di antara bulan tersebut tiba masa kawin sehingga para komodo jantan akan bertarung habis-habisan demi memperoleh pasangan yang diincar. Komodo cenderung mencari pasangan hingga ke daerah pelosok hutan sehingga kamu akan jarang menemukannya.

Sangat disayangkan bukan, jauh-jauh datang dari luar pulau namun tidak bisa melihat objek yang selama ini telah dinanti-nantikan.

Disarankan Tidak Berisik

Indra pendengaran komodo juga tajam sehingga kebisingan justru akan mengganggu hewan yang terkenal sebagai kadal raksasa ini.

Sebaiknya, kamu juga tidak melakukan pergerakan secara tiba-tiba karena meskipun indra penglihatannya kurang bagus namun bisa membuat komodo merasa seolah-olah terancam. Akibatnya, kamu yang akan menjadi sasaran.

Jangan Berkunjung Saat Datang Bulan

Saat merencanakan trip Labuan Bajo dengan tujuan salah satunya ke Pulau Komodo, pastikan kamu tidak sedang datang bulan. Pasalnya, komodo sangat sensitif dengan bau darah, apalagi indra penciumannya juga tajam.

Hal ini dilakukan semata-mata demi keselamatan selama berjelajah. Dalam jarak jauh hingga berkilo-kilo meter pun komodo mampu mencium aroma darah. Hal ini ditandai dengan perubahan perilaku menjadi lebih agresif dan ganas.

Apabila kamu mengalami datang bulan secara tiba-tiba maka bisa dikonsultasikan dengan ranger bagaimana baiknya. Apabila dalam kondisi tersebut kamu memaksakan ikut tracking tentunya akan berbahaya.

Menjaga Jarak

Pengunjung tidak boleh melihat komodo dari jarak yang terlalu dekat. Jarak yang disarankan adalah 3-5 meter dari komodo. Mengapa demikian?

Sifat komodo seperti ular, kelihatannya hanya diam namun faktanya sedang memperhatikan mangsa yang diincarnya. Tidak heran jika tiba-tiba ada komodo yang melakukan penyerangan, mengingat kemampuan berlarinya cepat sehingga tidak bisa diprediksi.  

Jangan Menyentuh Sarang Telur

Saat menemukan gundukan tanah atau lubang di area pendakian, alangkah baiknya kamu biarkan saja karena itu merupakan sarang telur milik komodo. Apabila menyentuhnya akan memancing kemarahannya.

Tidak Diizinkan Memberi Makan

Komodo selain sensitif dengan darah juga memiliki penciuman yang tajam terhadap aroma makanan. Oleh karena itu, pengunjung tidak diperkenankan membawa makanan-makanan yang aromanya menyengat, apalagi langsung memberikan makanan kepada komodo.

Kini, rasa penasaran kamu mengenai apakah komodo berbahaya atau tidak sudah terjawab bukan berdasarkan informasi di atas? Kamu juga dapat menjadikannya sebagai pedoman ketika hendak liburan bersama keluarga atau honeymoon bersama pasangan anda di Pulau Komodo.