Mengenal Kebudayaan Labuan Bajo yang Unik dan Menarik

Dipublikasikan oleh incefuad pada

Kebudayaan Labuan Bajo merupakan salah satu daya tarik bagi destinasi wisata favorit, Labuan Bajo. Pesonanya yang indah, jelas akan membuat siapa saja jatuh hati pada destinasi wisata yang satu ini. Setiap harinya, Labuan Bajo selalu dipenuhi oleh wisatawan dari berbagai daerah dan bahkan negara. Berbagai macam spot-spot cantik tentu ada di Labuan Bajo.

kebudayaan tari caci labuan bajo
Penari Caci. (www.flickr.com)

Mulai dari spot-spot yang memiliki view point cantik, pantai-pantai yang indah, dan kecantikan bawah lautnya, juga adat istiadat desa yang terus dipertahankan, membuat Labuan Bajo semakin banyak dikunjungi wisatawan. Ya, Labuan Bajo dinilai kaya akan kebudayaan yang tentunya menjadi daya pikat tersendiri untuk mendatangkan wisatawan ke Labuan Bajo.

Banyaknya adat yang dipertahankan dan terus dilakukan, membuat Labuan Bajo memiliki banyak tradisi dan kebudayaan yang unik dan tak kalah menarik dari daerah lain. Berbagai macam upacara adat, ritual dan lainnya, jelas menciptakan keunikan bagi Labuan Bajo dan tentunya hal tersebut menarik perhatian para wisatawan untuk terus berkunjung ke Labuan Bajo.

Paket trip Labuan Bajo pun ditawarkan oleh para travel agent untuk menarik para wisatawan. Tentunya Anda harus cerdas saat datang ke Labuan Bajo. Catat tanggal-tanggal bersejarah Labuan Bajo yang biasanya menjadi hari diadakannya pesta adat, tradisi atau festival lainnya, agar Anda dapat merasakan sensasi unik dari si cantik Labuan Bajo.

Tradisi Rumusmoso, Pembagian Tanah Ulayat

Tradisi Rumusmuso, untuk Anda yang belum pernah mendengar tradisi ini, mungkin harus menyaksikannya secara langsung. Tradisi ini dikenal sebagai tradisi yang dilakukan untuk membagi tanah ulayat. Biasanya tanah yang dibagi, utamanya akan diprioritaskan bagi para petinggi tetua adat atau pun petinggi kampung beserta jajaran anggota keluarganya.

Bagian lainnya akan dibagikan pada warga biasa dan juga warga dari suku lain. Aneh bukan? Tidak, warga dari suku lain tersebut tentunya harus melakukan syarat dan ketentuan yang ada. Biasanya mereka harus membawa satu ekor ayam jantan serta Kapu Manuk Lele Tuak atau dikenal sebagai arak khas wisata Labuan Bajo.

Pada awal pembagian lahan ini, terdapat ritual unik, yaitu Ritual Tente. Pada ritual ini akan dilakukan penancapan kayu pada titik sentral atau biasa disebut lodok. Umumnya, para petinggi atau tetua akan mendapatkan bagian luas lahan yang lebih besar, baru diikuti oleh warga biasa dengan luasan tergantung pembagiannya. Tradisi ini sangat menarik untuk dilihat secara langsung.

Disebut tradisi rumusmoso, karena pada pembagian tanah ulayat, menggunakan rumus moso atau jari tangan yang disesuaikan dengan jumlah penerima tanah warisan dan keturunannya. Unik sekali bukan? Tentunya kebudayaan Labuan Bajo yang satu ini tidak boleh Anda lewatkan ketika berlibur ke Labuan Bajo dan pulau disekitarnya.

Tradisi Kepok, Penyambutan Tamu

Jika Anda berkunjung ke Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, jangan kaget ketika Anda dan rombongan wisatawan lainnya ditunggu oleh warga lokal lengkap dengan pakaian adatnya. Ya, mereka sedang menjalankan Tradisi Kepok. Kepok sendiri memiliki arti sebagai penyambutan tamu-tamu dengan menggunakan ayam jantan berwarna merah serta moke putih khas lokal.

Upacara penyambutan ini akan dilakukan untuk para wisatawan atau turis dari mancanegara yang jauh-jauh datang ke Labuan Bajo. Para tetua adat yang lengkap menggunakan pakaian adat songke dan destar, bersama kaum perempuan Manggarai Barat akan menunggu Anda di Dermaga Loh Liang.  Pakaian adat ini bisa dijadikan oleh-oleh khas Labuan Bajo yang menarik untuk dibawa pulang.

Upacara penyambutan ini biasa dilakukan oleh warga Manggarai Barat. Tradisi Kepok sendiri bagi para warga lokal merupakan penghormatan bagi para tamu yang datang dan mengunjungi Pulau Komodo. Tetua adat akan melakukan ritual dan mengucapkan selamat datang kepada para turis.

Selain itu, tradisi ini juga dianggap sebagai tanda bahwa warga Manggarai Barat memiliki sikap hormat dan cinta pada budaya leluhurnya. Keunikan berkat kentalnya budaya dari Manggarai Barat ini, tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisata Labuan bajo. Bukan hanya keindahan dan keajaibannya saja, namun kekeluargaan serta keramahan para warganya, jelas akan membuat Anda enggan untuk meninggalkan Labuan Bajo.

Suku Laut, Kehidupan di Atas Perahu

Tentunya banyak sekali paket trip Labuan bajo yang amat menggiurkan. Banyaknya spot-spot cantik sangat menarik perhatian para wisatawan lokal dan mancanegara. Selain kecantikan dan keindahan tempat yang satu ini, tentu Anda juga mendengar kebudayaannya yang amat sangat kental dan unik bukan? Ya, Labuan Bajo ini memiliki suku unik yang disebut Suku Bajo atau Bajau.

suku bajo
Suku bajo (ilustrasi suku bajo di labuan bajo) sumber

Kata Bajo pada Labuan Bajo pun diambil dari nama suku tersebut. Suku Bajo ini dikenal sangat ramah dan juga tidak ingin ada perselisihan antara warga suku bajo. Semua harus rukun dan menghargai setiap perbedaan yang ada. Suku Bajo atau Bajau ini dahulunya juga dikenal sebagai Suku Laut.

Mengapa suku laut? Karena dahulu, mereka memiliki kebudayaan Labuan Bajo yang unik, yaitu tinggal dan hidup di atas perahu dan bertahan hidup dengan menangkap ikan dari berbagai perairan di Indonesia Bagian Timur ini. Namun sekitar tahun 1950-an, Suku Bajo mulai meninggalkan budayanya yang biasa hidup di atas perahu dan membangun sebuah perkampungan di daratan.

Bukan hanya suku bajo, banyak kaum Tionghoa, serta pendatang lain dari Jawa, Bima, Makassar dan Sumba. Keberadaan suku lainnya tersebut juga terbilang sama tuanya dengan Suku Bajo sendiri. Jika Anda berkunjung ke Labuan Bajo, jangan lupa untuk membeli oleh-oleh khas Labuan Bajo sebagai buah tangan untuk sanak saudara.

Festival Komodo, Mengenal Binatang Komodo

Berlibur ke Labuan Bajo namun tidak melihat Komodo? Hal yang sangat aneh tentunya. Labuan Bajo jelas dikenal sebagai tempat beradanya keajaiban dunia, yaitu TN Pulau Komodo. Keberadaannya yang dapat membuat jantung berdebar-debar, tentu akan membuat Anda juga berdecak kagum. Komodo merupakan salah satu dari tujuh (7) keajaiban dunia yang ada di Indonesia.

Kadal terbesar yang memiliki air liur yang mematikan ini cukup membuat Anda akan was-was saat melihatnya secara langsung. Tersebar dengan merata, kadal besar ini mengisi dan hidup di pulau yang dikenal dengan Pulau Komodo. Karena hewan ini legendaris, tentunya ada kebudayaan Labuan Bajo tersendiri yang selalu ditunggu oleh para wisatawan.

Ya, Festival Komodo yang biasa diadakan pada awal bulan Maret, yaitu sekitar tanggal 5 hingga 10 Maret ini menjadi ajang perayaan meriah yang diadakan di Pulau Komodo. Pada festival ini, ditampilkan berbagai macam kesenian khas daerah, juga tari-tarian tradisional khas masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Jika Anda tertarik dengan kebudayaan di atas, tak ada salahnya Anda berkunjung langsung untuk liburan ke Labuan Bajo. Anda dapat menghubungi kami di nomor +6281236798078 melalui aplikasi WhatsApp dan atau Anda dapat mengunjungi alamat di jalan Serenaru. Gang Cuci Mobil, Kel. Wae Kelambu – Labuan Bajo untuk mengenal kebudayaan Labuan Bajo secara langsung.

×

Hello!

Click our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to admin@bajocrewtour.com

× Need help?