Legenda Putri Naga Komodo

Dipublikasikan oleh incefuad pada

legenda putri naga komodo

Seperti halnya daerah lain di Indonesia, penduduk Pulau Komodo juga punya legenda yang turun temurun diturunkan secara lisan. Cerita tersebut populer dengan sebutan legenda Putri Naga Komodo yang katanya menjawab asal muasal mengapa komodo ada di Labuan Bajo.   

Eksistensi kadal raksasa itu memang populer banget sampai ke mancanegara. Bahkan habitatnya sudah diklaim sebagai Situs Warisan Dunia sejak 1991. Wajar saja kalau Pulau Komodo selalu masuk destinasi utama dalam paket wisata Labuan Bajo. Lalu, seperti apa sih legenda komodo yang penduduk percayai?

Legenda Putri Naga Komodo yang Turun Temurun

Nama Putri Naga sudah gak asing lagi di telinga penduduk Pulau Komodo. Sebab, sosok putri gaib itu punya peranan penting dalam cerita asal-usul hewan Komodo yang eksistensinya masih ada sampai sekarang.

Hubungan Tuan Putri dengan Komodo

Apa sih hubungannya si Tuan Putri dengan komodo? Jadi, legenda Putri Naga Komodo sudah turun temurun diceritakan dari generasi silam. Konon, di sekitar wilayah tersebut ada seorang wanita cantik yang punya kekuatan mistis. Penduduk menyebutnya sebagai Putri Naga.

legenda putri naga komodo
Sumber

Gak hanya cantik, Putri Naga juga punya sifat yang baik sampai ngebikin salah satu pemuda bernama Majo kesengsem. Untungnya, Putri Naga juga punya perasaan yang sama jadilah mereka berdua menikah.

Pernikahan antara manusia dengan putri gaib kelihatannya sih aneh, tapi penduduk setempat ceritanya nih gak ada yang protes. Lama-kelamaan, Putri Naga akhirnya hamil dan kejadian mengejutkan terjadi setelah mereka tahu anak yang dilahirkan ada yang gak normal.

Putri Naga melahirkan anak kembar, satu bayi manusia dan satu bayi naga. Itulah yang jadi asal muasal adanya komodo di pulau tersebut. Menurut cerita sih sebenarnya bukan bayi naga tapi lebih mirip kadal besar kayak hewan komodo yang sekarang ini ada.

Mereka ngasih nama Gerong ke bayi manusia sedangkan bayi naga dikasih nama Orah. Maka dari itu, penduduk setempat sampai sekarang nyebut komodo dengan nama Orah atau Ora.

Kabarnya, Putri Naga dan Majo ngerasa malu punya anak bayi naga. Setelah diskusi bareng, mereka akhirnya mutusin buat ngerawat si bayi naga di dalam hutan. Sedangkan si bayi manusianya tetep mereka rawat di rumah.

Kesannya sih dibuang tapi sebenarnya gak juga, karena Putri Naga dan Majo masih ngasih perhatian sama anak naga mereka. Singkat cerita, si bayi kembar yang terpisah ini udah gede.

Pertemuan Gerong dan Orah

Suatu hari, Gerong pergi ke dalam hutan buat berburu. Setelah beruntung dapat rusa, tiba-tiba ada kadal besar yang gak lain adalah si Orah muncul dari semak-semak. Ceritanya, Orah pengen ngerebut buruan yang ditangkap oleh Gerong.

Gerong yang gak rela langsung mempertahankan rusa yang dia buru sekuat tenaga. Tapi susah banget nih ceritanya buat ngusir Orah. Akhirnya, Gerong punya rencana buat nusuk Orah pakai tombak yang dia bawa.

Pas mau nusuk, tiba-tiba Putri Naga muncul di hadapan mereka berdua. Lalu, Putri Naga ngasih tahu ke Gerong bahwa kadal besar itu adalah saudara kembarnya yang dibuang ke hutan. Sang ibu menyuruh Gerong buat ngelepasin Orah dan menganggap hewan itu benar-benar saudaranya.

Akhirnya, Gerong pun gak jadi ngebunuh Orah dan nurut sama perintah ibunya alias Putri Naga. Karena legenda Putri Naga Komodo itulah penduduk sekitar nganggep komodo kayak bagian dari mereka. Gak ada satupun komodo yang mereka sengaja usik atau bunuh.

Bahkan kalau ada komodo yang susah nyari pakan, para penduduk justru nyediain makanan buat hewan-hewan itu. Mereka hidup berdampingan layaknya saudara dan memainkan peran mereka masing-masing.

Seperti Apa Komodo yang Hidup Sampai Sekarang? 

Legenda Putri Naga Komodo boleh kamu percaya atau tidak, karena memang gak bisa dibuktikan secara ilmiah. Tapi, penduduk setempat punya teori sendiri nih yang mereka pegang hingga kini.

Menurut mereka, komodo yang tersebar di Taman Nasional Komodo ada 2 jenis. Pertama adalah komodo Orah yang merupakan keturunan Putri Naga dan komodo liar. Beda antara keduanya ada di jumlah jari. Komodo Orah punya 4 jari sedangkan komodo liar punya 5 jari.

paket wisata labuan bajo (5)

Terlepas dari cerita dari penduduk setempat, eksistensi Komodo memang dianggap ajaib sampai sekarang. Kalau menurut sejarah, komodo merupakan satu-satunya hewan purba yang bertahan hidup.

Panjang tubuh komodo betina sekitar 2,6 meter dan Komodo jantan sekitar 3 sampai 4 meter. Sedangkan rata-rata berat Komodo antara 70 kg sampai 90 kg.

Agar kamu lebih kenal sama hewan kebanggan Indonesia ini, berikut beberapa fakta menarik tentang si kadal raksasa:

  1. Berasal dari Benua Australia setelah berevolusi di sana menjadi lebih besar.
  2. Jumlah terbanyak ada di Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Kalau dihitung, jumlah keseluruhan yang hidup di Taman Nasional Komodo sekitar lebih dari 2000 ekor.
  3. Hewan yang gak punya predator karena merekalah punya status sebagai top predator.
  4. Mati karena faktor alami, misalnya umurnya sudah tua.
  5. Hewan kanibal karena bisa saling memakan.
  6. Punya umur yang cukup panjang antara 40 sampai 50 tahun. Tanda kalau komodo semakin tua adalah banyak bintik-bintik warna kuning yang ada di sekujur tubuhnya.
  7. Bisa lari sampai 20 km/jam walaupun badannya besar dan bobotnya berat. Kemampuan itu mereka manfaatkan buat berburu hewan lain di alam liar.
  8. Bisa berenang maksimal 300 meter dengan baik. Itulah mengapa komodo bisa berpindah dari satu pulau ke pulau lain;
  9. Hobi berjemur terutama di pagi hari. Maka dari itu, kalau kamu datang pas pagi hari bakal lebih gampang ketemu komodo.
  10. Suka bertarung merebutkan komodo betina pas musim kawin. Biasanya musim kawin komodo antara Juni dan Juli. Maka, datanglah ke sana pas bulan-bulan itu biar bisa lihat komodo yang lagi tarung.
  11. Punya air liur yang mengandung banyak bakteri dan sanggup membunuh buruan komodo seketika itu juga.

Bagaimana Cara ke Pulau Komodo?

Pulau Komodo merupakan 3 pulau terbesar di gugusan Kepulauan Labuan Bajo. Dua pulau lain adalah Pulau Rinca dan Padar. Karena terpisah sama lautan, maka kamu harus pakai kapal untuk bisa ke sana.

Salah satu cara yang praktis adalah ikut open trip Labuan Bajo yang ditawarkan jasa travel agent. Pulau Komodo pasti jadi destinasi wajib di itinerary yang mereka buat. Dari Labuan Bajo, butuh waktu sekitar 2 jam untuk sampai di Pulau Komodo.

Sebelum itu, biasanya kamu bakal diantar ke destinasi lain seperti Pulau Kelor, Pulau Manjarite dan Pulau Kalong. Saat sudah di destinasi, ada ranger alias pemandu lokal yang siap menemani kamu trekking untuk melihat komodo.

Legenda memang menarik karena bisa menambah rasa penasaran untuk langsung bertemu dengan komodo di habitat aslinya. Tapi, jangan berani-berani ngitung jumlah jari Komodo untuk memastikan lho ya! Bisa-bisa kamu malah bakal kehilangan jari karena serangan dari si kadal raksasa.

Cukup lihat dari jarak yang aman dan nurut sama apa yang dikatakan para ranger. Sebab, komodo termasuk hewan liar yang susah diprediksi pergerakannya. Harus tetap waspada demi bisa melihat langsung si Orah tanpa masalah.

×

Hello!

Click our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to [email protected]

× Need help?