Indonesia mempunyai hewan endemik yang dijuluki sebagai dinosaurus terakhir yaitu komodo. Habitat asli hewan purba komodo ada di gugusan pulau Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Tidak heran kalau trip Labuan Bajo diminati banyak wisatawan lokal dan mancanegara demi menyaksikan pesona kadal raksasa secara langsung. Apakah kamu termasuk yang tertarik? Kalau iya, cari tahu dulu yuk asal usul dan pulau mana saja yang dihuni komodo.
Asal Usul Singkat Komodo
Menurut catatan sejarah, komodo pertama kali terekspos oleh penjelajah Eropa pada tahun 1910. Ia menyebarkan berita adanya pulau yang dihuni banyak ‘buaya’ yang berkeliaran di daratan.
Bermula dari itulah, Peter Owens, Direktur Museum Zoologi Bogor menulis jurnal ilmiah berjudul “On A Large Varanus Species From An Island of Komodo”. Setelah itu, banyak ekspedisi dilakukan misalnya W. Douglas Burden yang sukses membawa 9 komodo hidup dan 3 komodo awetan.
Selanjutnya adalah Walter Auffenberg yang melakukan pengamatan selama 11 bulan di Pulau Komodo. Hasilnya, ia bisa mengidentifikasi sekitar 50 ekor komodo sekaligus karakteristik dan sifat yang dimiliki reptil itu.
Hewan purba komodo berasal dari benua Asia yang bermigrasi ke Australia. Selama hidup di sana, komodo mengalami evolusi hingga ukurannya jadi besar. Pada akhirnya, komodo kembali ke habitat asli di sekitar Asia Tenggara tepatnya daerah Indonesia Timur.

Nama ilmiah komodo yaitu Varanus komodoensis yang juga dikenal dengan komodo monitor. Istilah ‘varanus’ merupakan kata kuno yang berarti kadal atau lizard. Hewan purba ini hanya ada di Indonesia dan menjadi satwa yang dilindungi.
Kenapa disebut sebagai hewan purba? Alasannya, para ahli menemukan fosil-fosil jenis dinosaurus tertentu yang ternyata punya kemiripan dengan komodo. Kabarnya, ‘nenek moyang’ komodo juga termasuk reptil karnivora dan air liurnya sama berbahayanya dengan komodo.
Tempat Terbaik untuk Melihat Komodo
Hewan langka yang disebut “ora” oleh penduduk setempat ini memang punya daya tarik kuat, bukan hanya wisatawan lokal tapi juga mancanegara. Banyak yang sengaja pelesir ke NTT untuk melihat komodo secara langsung.

Biasanya, para wisatawan memilih paket trip Labuan Bajo karena akan diantar langsung ke beberapa lokasi yang jadi tempat tinggal komodo. Kalau kamu penasaran di mana saja, ini dia daftarnya:
Pulau Komodo
Lokasi Pulau Komodo ada di Kepulauan Nusa Tenggara, sebelah timur Sumbawa. Pulau ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo yang sudah ada sejak 1980 dan resmi sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991.
Ada lebih dari 1.700 ekor komodo di pulau yang jadi habitat asli hewan purba ini. Kamu bakal dibuat takjub oleh ukuran tubuhnya yang sangat besar apalagi setelah menelan mentah-mentah mangsanya.

Biar lebih gampang ketemu komodo, sebaiknya kamu datang antara bulan Juli sampai September. Selama rentang waktu itu, komodo sedang memasuki masa kawin jadi lebih banyak yang berkeliaran buat mencari pasangannya.
Nantinya, kamu akan ditawari 3 jenis track oleh pemandu yang disebut ranger. Jensinya adalah track pendek 1 km, track menengah kurang dari 4 km dan track panjang sekitar 4,5 km. Selama perjalanan wajib ditemani ranger demi keamanan.
Bukan cuma liat dari jauh, kamu juga bisa foto bareng. Tidak perlu takut ranger pasti akan membantu. Kalau datang selain musim kawin, bisa dibilang agak susah buat menemukan komodo.
Sebab, mereka lebih suka sembunyi di dalam gua atau hutan terutama komodo yang sudah dewasa. Jadi, kamu harus siap tenaga buat eksplor lebih lama dan jauh demi menyaksikan hewan langka ini dari dekat. Untungnya ada ranger yang bakal menunjukan spot persembunyiannya.
Pulau Rinca
Hewan purba komodo juga ada di Pulau Rinca yang masih satu kawasan dengan TN Komodo. Populasi kadal raksasa di Pulau Rinca hampir menyamai yang ada di Pulau Komodo yaitu sekitar lebih dari 1.400 ekor.
Kamu bebas memilih jalur tracking apakah mau yang pendek, sedang atau menengah. Untungnya, Pulau Rinca tidak terlalu luas jadi kamu bakal lebih cepat menjumpai komodo di spot tertentu.
Kalau dibandingkan dengan Pulau Komodo, ukuran kadal raksasa di Pulau Rinca relatif lebih kecil. Namun, pakan yang diberikan lebih bervariasi seperti kera ekor panjang dan kuda. Selama tracking di Pulau Rinca, kamu akan melihat keindahan pohon palem yang jumlahnya banyak.
Akses ke lokasi ini sangat mudah bahkan lebih dekat dibanding Pulau Komodo. Bagi kamu yang menggunakan jasa trip Labuan Bajo dari travel agent pasti akan mendapat tawaran tour ke Pulau Rinca. Dari Labuan Bajo, lama perjalanan menggunakan kapal selama 2 jam.
Pulau Gili Motang
Selain pulau besar, kawasan Taman Nasional Komodo juga terdiri dari gugusan pulau kecil seperti Gili Motang yang luasnya sekitar 30 km2. Jumlah komodo yang ada di pulau ini kurang lebih 59 ekor karena pertumbuhan populasinya memang kurang.
Saat berada di Gili Motang, kamu juga akan menjumpai pos penjagaan dan ranger yang memandu kamu berkeliling.
Pulau Nusa Kode
Lebih sedikit lagi, jumlah hewan purba komodo di Pulau Nusa Kode ternyata kurang dari 50 ekor. Pulau ini juga termasuk gugusan Taman Nasional Komodo selain 3 pulau utama yaitu Rinca, Komodo dan Padar.
Lokasinya Pulau Nusa Kode ada di sebelah selatan Pulau Rinca. Kalau memutuskan ke sana, kamu harus dalam keadaan yang fit karena perjalanannya cukup lama dan menantang.
Pulau ini masih ditumbuhi banyak semak dan pepohonan. Kamu wajib berhati-hati saat melangkah karena biasanya komodo akan muncul dari balik semak-semak lebat tanpa disadari.
Gili Dasami
Namanya memang kurang terkenal dibanding Pulau Komodo dan Rinca tetapi Gili Dasami ternyata juga dihuni oleh beberapa komodo. Pulau kecil ini ada di sebelah selatan Rinca dan luasnya tergolong sempit.
Gili Dasami cocok bagi kamu yang suka ketenangan dan keasrian alam karena belum banyak wisatawan yang singgah. Populasi komodonya termasuk sedikit sehingga kamu perlu usaha untuk menjelajah bukit yang dipenuhi semak-semak tinggi. Asyik pokoknya!
Sudah nggak sabar ingin berfoto dengan komodo? Tapi tunggu dulu karena kamu wajib tahu beberapa peraturan saat mengunjungi kawasan TN Komodo demi keselamatan, antara lain:
- Pastikan selalu ditemani ranger dan tidak memisahkan diri dari rombongan
- Pastikan kamu menjaga jarak dengan komodo antara 3 sampai 5 meter agar bisa mengantisipasi kalau komodo tiba-tiba menyerang
- Tidak boleh merusak sarang telur komodo yang kamu temui di rute tracking
- Tidak boleh ribut, lari-lari dan teriak karena komodo sensitif banget dengan gerakan serta suara yang tiba-tiba keluar
- Jangan memberi makan ke komodo
- Jangan memainkan benda-benda yang kamu bawa karena akan dikira mangsa oleh si komodo
- Khusus bagi perempuan yang sedang haid, dilarang masuk karena komodo sensitif dengan bau darah
Peraturan semacam itu memang harus kamu patuhi karena komodo termasuk hewan liar yang hidup bebas di habitatnya. Intinya, kamu wajib ikuti segala arahan ranger selama berpetualang biar aman saat melihat langsung hewan purba kebanggaan Indonesia.